Ini bukan tentang attachment ukuran 1 MB atau 245 KB di email ^_^ Ini tentang kelekatan2 yang mungkin kita miliki saat ini selain Tuhan. Di dalam Injil Yohanes Yesus memberikan perumpamaan tentang melekat di Pokok Anggur maka kita akan berbuah lebat dan Pokok Anggur yang dimaksud adalah Tuhan/ Yesus sendiri. Namun seringkali kita melekat ngga hanya kepada Yesus si Pokok Anggur tapi juga melekat kepada HP, duit, sahabat/teman, orang tua, kekasih/pacar ataupun milik pribadi lainnya yang kita miliki.
Ukuran dari sebuah kelekatan adalah : ketika kita kehilangan maka itu mempengaruhi suasana hati kita, sedih, kecewa, marah, bête, dan bikin hidup jadi ga hidup. Akibatnya orang2 di sekitar kita juga kena getahnya, ada awan hitam disekitar kita yang bikin suasana jadi ga enak dan orang2 jadi males ada deket kita.
Nah, 2 hari ini g belajar mengenai kelekatan. Kemaren, Phakist ninggalin HP di bengkel dan hari ini baru nyamperin kesana untuk nanyain ada yang liat atau ngga. G udah feeling kayanya ada yang ngambil coz kemaren siang g telp ga aktif, malamnya aktif tapi ga diangkat. Dalam perjalanan nemenin dia ke bengkel hari ini, g sempat berpikir dan refleksi, kalau sekiranya benar2 ngga balik ada reaksi g ya? Marah, bête sama dia karena teledor? Atau belajar untuk let it go dan tidak melekat ke HP tesebut? Sempat bimbang karena kalau mikirin harus keluarin budget untuk beli yang baru artinya penambahan biaya (maklum setelah married, semuanya dibudget karena banyak keperluan lain yang juga penting), kalau ga beli artinya untuk contact suami sendiri harus bayar lebih mahal karena selama ini esia ke esia hemat bow! Akhirnya g memilih untuk berdoa sepanjang perjalanan, mohon kemurahan hati Tuhan semoga HPnya bisa balik. Ternyata Tuhan murah hati tapi yang ngambil kurang murah hati so HPnya tetap ga balik hehe…..
Kemurahan hati Tuhan memberikan pelajaran berharga buat g mengenai kelekatan terhadap apa yg g miliki. Dan puji Tuhan g bisa bereaksi dengan baik, let it go dan tetap happy dengan apa yang terjadi. Senang juga bisa bereaksi begini karena biasanya g susah untuk let it go kehilangan2 g, pasti dipikirin. At least hari ini, g merasa menang karena berekasi dengan tepat : tidak merusak hubungan g dengan Phakist dan tidak bikin dia feel bad hanya karena sebuah HP. Toh reaksi g seperti apa HPnya tetap ga balik. Suami dan relasi kita berdua tetap jauh lebih penting daripada sebuah HP.
Tuhan, ajarkan aku selalu agar melekat hanya kepada Engkau, Sang Pokok Anggur. Hanya Engkau sumber kebahagiaanku!
I love you Lord Jesus!
Jakarta, 28 Oct 08
Precious Sia








