Good bye Tiger…..

Awal Oktober 2008, as a new couple, g memulai kehidupan baru with my Hubby di rumah sewaan yang baru. Rumah biru 2 lantai dengan 5 kamar tidur plus bonus 1 ekor anjing. Namanya Tiger. Pertama kali ketemu Tiger, g langsung terkesan dengan matanya yg ramah dan bersinar2, seperti menjalani hidup tanpa beban, penuh semangat dan selalu bersyukur atas anugerah hidup yang indah yang Tuhan berikan untuknya. Padahal kalo lihat penampilannya (kutuan dan sepertinya bertahun-tahun tidak mandi dan tidak dirawat) dan dengar kisah hidupnya rasanya butuh perjuangan juga untuk bisa tampil jadi anjing yang ceria setiap harinya.

Dipelihara sejak kecil dengan kondisi yang terbilang baik, akhirnya mulai ditelantarkan oleh tuannya (sang pemilik rumah) setelah pindah ke kota lain. Hidup Tigerpun kemudian tergantung kepada kemurahan hati para penyewa rumah berikutnya. Sebelum kita, ada 1 couple yang menyewa rumah dan memelihara Tiger. Mungkin diberi makan yang baik dan cukup, mungkin juga kadang2 Tiger harus keluar mencari makan sendiri demi memenuhi perutnya yang lapar, seperti yang selalu dilakukan Tiger kalau kita keluar seharian dan baru pulang malam sekali. Seringkali kita menemukan dia di jalanan yang agak jauh dari rumah sedang mengendus-endus mencari makanan.

2 hari yang lalu Tiger diambil pemiliknya dan dibawa ke kota lain. And you know what? G merasa kehilangan dan kangen. 25 hari bersama Tiger membawa g pada kesadaran bahwa perkenalan singkat kita telah membuat g jatuh hati sama dia. I missed him. Padahal tadinya kita sempat merasa bahwa makanan Tiger adalah tambahan beban buat kita dan jujurnya kita mengkalkulasi sedemikian rupa karena setelah menikah banyak kebutuhan rumah tangga yang harus dicover termasuk tabungan masa depan yang harus dipersiapkan. Kalau dipertimbangkan dari sisi ini, harusnya kepergian Tiger membuat kita senang karena budget makanannya bisa jadi tabungan buat kita…..

Yeah….it’s life, ada perjumpaan, ada perpisahan. Beberapa hal penting yang g belajar dari seekor Tiger :

  1. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. Tiger mungkin ga pernah mikirin dia mau makan apa besok, wong makanannya hari ini aja tergantung dari kemurahan sang penyewa. Untung2 dikasih, kalo ga ya cari sendiri atau nahan lapar sedikit. Walaupun begitu dia tetap hepi, ceria dan percaya pada pemeliharaan Tuhan.
  2. Ditelantarkan oleh sang pemilik selama bertahun-tahun tidak membuat dia tawar dan pahit hati. Waktu sang pemilik datang u/ kenalan dengan kita, dia masih menyambut dengan sangat ramah dan antusias. Seringkali kita gampang tawar dan pahit hati ketika kerikil kecil terlontar dan mengganggu hidup kita yang tadinya nyaman banget then kita mulai mencari kambing hitam untuk disalahkan, bisa kondisi/keadaan, bisa orang lain, bisa diri sendiri atau bahkan kita marah sama Tuhan.
  3. Jauh di mata, dekat di hati. Dekat di mata, jauh di hati. Seringkali ketika orang2 yang kita cintai ada dekat dengan kita, kita malah tidak berlaku sebagaimana seharusnya kita mencintai, kita mungkin tidak pernah say ‘I love you’, tidak pernah memberi perhatian, tidak pernah beliin martabak yang dia suka, tidak pernah mengampuni ketika mereka berbuat salah, bahkan mungkin tidak pernah sabar dengan mereka. Jangan tunggu sampai orang2 yang kita cintai pergi jauh meninggalkan kita then baru kita refleksi dan menyadari betapa kita menyesal telah menyia-nyiakan kesempatan yang Tuhan berikan untuk belajar mencintai!

Good bye Tiger, kita doain you have a better and fullness life di tempat yang baru.

Jakarta, 27 Oct 2008

Precious Sia

No Comments Yet

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a comment